Tuesday, May 25, 2010

Bilang AARRRGGGHHHH..........

Suasana hati tidak menentu, kejenuhan mulai menggerogoti hati dan pikiran bikin males ngapa2in and gk semangat juga, AAAARRRRGGGHHHHH...............mencoba mengeluarkan segala yang ketahan didada dan membuangnya ke alam, apa penyebabnya gk tau pasti mungkin aku kangen berat sama orang2 terdekat and kangen suasana kebersamaan dgn orang terdekat, I miss u Mom, I miss my family, I miss their love, kangen kumpul dan gila2 an sama sahabat, bebas berekspresi dan tertawa lepas tanpa beban apapun.

Untungnya dikantor lagi sepi nieeh jadi bebas mau bersantai ria sambil dengerin musik sekeras mungkin, mencoba menghilangkan kejenuhan dengan membiarkan tubuh, pikiran dan hati berbuat sesukanya tanpa aturan dan direction, makan enak, jalan2, shopping anything laaahhh yang bisa me-refresh fisik dan mental

Kerja, kuliah, ngajar, jadi istri ternyata membuat tingkat stress kian tinggi, kupikir sanggup jalanin semuanya tapi ternyata gk sanggup, capek pikiran and fisik, merasa waktu cepet banget berganti, blum selesai mengerjakan tugas harus bikin ini dan itu harus menyelesaikan ini dan itu ARRRGGHHHHHH................, berusaha menjadi sempurna dengan menjalankan semuanya, bertingkah sempurna yang harus ini dan itu, yang baik harus begini dan begitu ternyata berat juga, membuat banyak orang terkesima tapi mengikis habis rasa nyaman diri dan kebahagiaan diri sendiri.

Friday, April 23, 2010

Catatan Harianku

Hari jum'at tgl 23 April 2010, dikantor BT abisss, males ngapa-ngapain karena saking banyaknya yang pengen dikerjain jadi bingung mau mulai dari mana, lelah full, jenuh dan bingung, capek banget seeh rasanya capek pikiran dan fisik, pengen refreshing meregangkan otot-otot tanpa berfikir apapun, sifat lama kambuh lagi gk pengen ngomong apapun and gk mau juga ditanya-tanya siapapun, pengen sendirian tanpa diganggu dalam bentuk apapun. Nonton film jadi alternatif paling ok sambil menunggu waktu pulang.

Jam 18.15 Hp berdering dari suami yang mengabarkan sudah berada didepan kantor untuk menjemputku pulang, suami ku tercinta walau dalam keadaan lelah dia selalu menampilkan senyuman manisnya untukku, membuat ke-BT an ku menjadi samar, ku balas dengan senyuman manis dan sapaan manjaku untuknya, karena gk mungkin aku sanggup membalasnya dengan diam dan BT jika sudah dihadapkan dengan wajah sendu suamiku.

sesampainya dirumah aku masak dan kita makan seperti biasa, lelah tak tertahankan tanpa berkata apapun aku langsung masuk kamar and merebahkan badan gk lama aku tertidur tanpa menghiraukan suami yang berada disamping sambil menatapku.

Waktu menunjukkan jam 11 malam saat aku terbangun, kaget karena suami masih blum tidur dan sedang mencuci pakaian, huuuuuhhhhh tarik nafas dalam2 kasian sekali suamiku capek pulang kantor, jemput aku dan masih juga mencuci pakaian, aku tau alasannya melakukan itu, dia mencoba meringankan tugasku, biasanya sabtu pagi aku cuci baju, masak and berangkat kuliah, suami gk tega melihat aku yang terlalu lelah dengan aktifitas yang overload makanya dia mencoba meringankan pekerjaanku.

Sabtu pagi kami bangun utk shalat subuh berjamaah dilanjutkan dengan masak dan beres2 rumah, jam 08.30 aku berangkat kuliah diantar suami, terlihat betapa beratnya dia melepas aku tuk kuliah dihari libur kami, waktu yang harusnya kami bersantai bersama, sabar ya suamiku semua ini demi masa depan kita

Jam 13.00 selese kuliah and dijemput suami, panas terik tidak membuat dia malas menjemputku, sampe dirumah aku diberikan surprise berupa Puding Lapis (coklat dan caramel ) spesial buatan suamiku, duuuuhhhhh.....senengnya aku, selepas mengantarku kuliah dia belanja dan buat puding itu utk ku, apa2 yang dilakukan suami membuatku terharu dan makin menyayanginya, tidak perduli seperti apa rasa puding itu yang aku perduli adalah niatnya memberi surprise dan membahagiakan aku, melakukan apa yang tidak bisa dia lakukan dan berusaha melakukannya demi aku, makin tidak ingin aku mengecewakan dan membuatnya sedih, sambil kupeluk cium ku sampaikan padanya " I Love You sayang "

Aku bisa merasakan betapa kau mencintai dan ingin membuatku bahagia, tidak ingin melihatku menangis dan kecewa, begitu juga denganku yang selalu ingin melihat kau tersenyum dan bahagia bersamaku, lembut sikapmu meluluhkan hatiku dan selalu mencairkan kemarahanku menjadi kasih sayang, sejak mengenalmu emosiku selalu terkontrol dan sangat jarang aku emosi pada siapapun, kau selalu bisa membuatku menjadi pribadi yang luar biasa, kau telah merubahku menjadi lebih baik, merubah kehidupanku jadi makin berwarna, thanks for your love honey, you are the best one for me

Tuesday, April 13, 2010

Antara Ambisi dan Kewajiban

Terus berusaha untuk lebih baik adalah impian banyak orang, lebih baik dalam materi, pendidikan, karir, kehidupan dan spiritual pastinya, mencoba terus menjalani dan mensyukuri apa yang didapat hari ini merupakan sikap terindah yang harus dipatri dalam hati dan pikiran, tanpa rasa syukur manusia akan terus merasa kurang bahkan tersiksa dengan hidupnya.

Ambisi saat single masih terus membayangi sampai sekarang, mencoba untuk membatasi diri karena sadar saat ini memiliki tanggung jawab sebagai istri yang diharuskan mengutamakan rumah tangga dibandingkan ambisi, huuuu...hhhhh, ambisi untuk menyelesaikan S2, jadi dosen, menghasilkan buku-buku baru, menghasilkan tutorial2 baru, menyelesaikan beberapa portfolio web, pastinya akan menyita banyak waktu, pikiran dan tenaga, masih terus berfikir keras haruskah ambisi itu ditekan atau ada yang dihilangkan ??

24 jam 7 hari seminggu sepertinya terlalu cepat, pekerjaanku sebagai programmer disambi dengan ngajar di universitas juga kuliah S2 dihari sabtu membuat hampir tidak punya waktu untuk orang lain. Tugas kantor, tugas kuliah dan cari materi plus buat latihan utk mahasiswa benar2 membuat energi terkuras habis, blum lagi keinginan untuk menghasilkan buku terbaru yang blum juga selesai sampe sekarang, banyak hal yang ingin aku lakukan tanpa sadar ada hak suami dan keluarga yang mungkin bisa kulanggar karena kesibukan itu, blum lagi kemampuan fisik yang mungkin juga ada batasnya tidak mungkin terus di paksa berfikir.

Antara ambisi dan kewajiban, mana yang harus didahulukan ? tidak pernah berniat untuk melalaikan kewajiban demi sebuah ambisi, tapi juga dengan berat hati tidak ingin menghilangkan ambisi karena kewajiban, berharap Ambisi dan Kewajiban bisa berjalan beriringan tanpa ada yang harus dikorbankan. Kelapangan dada dan pengertian yang dalam menjadi makanan sehari-hari bagi suami, membiarkan istrinya berkerja, mengajar dan kuliah secara bersamaan, membiarkan istrinya selalu berada dilingkungan lelaki juga pergaulan yang dominan lelaki, kadang dilupakan saat fokus pada aktifitas, harus ikutan lelah saat harus membantu menjalankan ambisiku, sampai kapan kau akan bertahan wahai suamiku ?? cukup besarkah keridhoan dan cintamu padaku untuk mengijinkan aku melakukan apa yang berat menurutmu.

Aku sadar apa yang kujalani sekarang tidaklah 100% kau setujui, mungkin kau harus terus menekan ego mu demi melancarkan jalanku menuju apa yang aku inginkan, saat aku meminta ijin mengajar sedangkan aku telah bekerja aku tau berat untukmu merelakan aku bekerja ganda seperti itu, saat aku meminta ijin untuk menyelesaikan S2 aku tau kau juga dengan berat hati mengijinkanku karena kita tidak bisa menghabiskan waktu bersama dihari sabtu, hari dimana seharusnya aku meluangkan smua waktuku untukmu, blum lagi suasana kantorku dan aktifitas2 ku yang smuanya berhubungan dengan lelaki terasa berat buatmu merelakan aku berada pada kondisi itu

Maafkan jika aku blum bisa menjadi yang terbaik untukmu, menunggumu dirumah saat kau pulang kantor, menjaga pandangan terhadap lawan jenis, berpakaian syar'i dan meluangkan banyak waktu untukmu. Meski kau selalu bilang sangat bahagia bersamaku dan sangat mencintaiku tapi aku tau dihati kecilmu kau lebih memilih aku menjadi wanita rumahan bukan wanita bergelar S2 yang memiliki segudang aktifitas duniawi

Wednesday, March 31, 2010

My Life After Wedding

My life after wedding, terasa indah karena sudah dapat bersama suami setiap saat, perjalanan singkat menuju pernikahan tidak membuat kami kaget karena sikap dari masing2, seperti kebanyakan cerita yang beredar bahwa pasangan yang baru menikah biasanya akan terkaget-kaget dengan kebiasaan atau sikap-sikap pasangannya, yang sudah pacaran lama pun banyak yang mengalaminya dan merasakan berat diawal pernikahan, tapi tidak dengan aku dan suami, tidak ada kekagetan apalagi berat menjalani kehidupan awal pernikahan, yang ada kami makin mesra dan makin saling menyayangi, kebiasaan-kebiasaan kami berdua tidak ada yang mengganggu satu sama lain, meski kita banyak berbeda namun blum ada pertengkaran, salah paham ataupun kegondokan-kegondokan apapun, masing-masing dari kita selalu berusaha saling membahagiakan tanpa melihat perbedaan yang ada, bersyukur pastinya 3 bulan perjalanan kami menuju pernikahan tidak membuat kami terkaget-kaget apalagi sampai berat menjalani kehidupan diawal pernikahan.

Dari awal perkenalan sampai menjelang hari pernikahan kami tidak merasakan ada pertengkaran yang berat, emosi pun minus kami alami, kalaupun ada ketidaknyamanan yang dirasakan oleh masing2 dari kami, selalu diselesaikan dengan pelan tanpa emosi,dengan cara ini membuat masalah menjadi samar dan berlalu pergi yang pastinya semakin menambah rasa sayang satu sama lain.

Hari-hari kami selalu berisi canda tawa dan kebahagiaan, hal-hal yang mungkin bisa menjadi pemicu pertengkaran justru kami jadikan bahan bercandaan, selalu tersenyum untuk pasangan dan tertawa bersama, Indahnya hidup setelah pernikahan semoga moment2 seperti ini akan terus kami jalani.

Aku bahagia bersamanya walau banyak hal yang tidak biasa yang harus aku lakukan, kebiasaanku saat single sudah tidak bisa lagi diterapkan, saat masih single aku hampir gk pernah masak, beres2 rumah, smua kerjaan ibu rumah tangga hampir gk pernah aku lakukan, kegiatanku setiap hari adalah bangun pagi mandi, dandan, berangkat kantor, pulang kantor makan, and langsung tidur ( itupun berasa capek banget ), dulu aku sering berfikir mana mungkin aku sanggup kalo pulang kerja suruh masak and ngurus suami, orang ngurus diri sendiri aja terasa capek kok harus ngurus suami ( gaakkkk sanggguuuupp, itu pikirku dulu) tapi saat ini setelah dijalani diluar dugaan dan perkiraanku, karena aku dan suami tinggal dirumah sendiri tanpa orang tua apalagi pembantu jadi smua kami lakukan bersama, bangun pagi jam stengah 5 aku shalat, nyapu, ngepel and masak untuk sarapan kami, cuci piring, mandi, dandan, nyiapin baju suami baru berangkat kantor, terus pulang kantor jam stengah 8 malem sampe rumah, aku masak lagi untuk makan malem, cuci piring, mandi baru istirahat, jam 9 nan baru kami santai dikamar, blum lagi kegiatan rutin kami dimalam hari :D , normalnya skitar jam 11 baru tidur lelap.

Perasaanku menjalani peralihan kebiasaan yang sangat bertolak belakang seperti itu normalnya pasti berat banget bahkan bisa jadi tertekan, tapi kenyataan yang terjadi adalah smua terasa ringan dijalani, aku punya tenaga extra untuk melakukan smua tugasku sebagai istri, melihat suami senang dengan apa yang kulakukan dan mendengarkan pujian2 nya atas apa yang kulakukan menjadi turbin penggerak energi ku menjalani aktifitas rumah tangga sambil bekerja, tidak ada perasaan berat untuk dijalani karena ada suami yang selalu mencoba meringankan pekerjaanku.

Masih gk percaya skarang sudah jadi istri dan merasakan kebahagiaan ini, cintanya, kasih sayang dan perhatiannya membuatku selalu ingin membuatnya tersenyum bahagia

Thursday, March 25, 2010

My Wedding Picture













Wednesday, March 24, 2010

Our Wedding

Tgl 27 Februari 2010, tepat jam 09.00 acara akad nikah ku dimulai, hari yang ditunggu2 datang juga, acara bertempat di Masjid Al-Muttaqien Radi II Jakarta Selatan. Acara dibuka dengan Tilawah, sambutan dari pihak keluarga suami, sambutan dari pihak saya, dan acara inti yaitu Akad Nikah, dilanjutkan dengan siraman rohani singkat dan acara terakhir sungkem2an,berikut dokumentasi dari acara akad nikah kami

Suasana sebelum acara Akad berlangsung





Ini moment saat saya minta ijin kepada Bapak untuk menikah







Dan ini moment terpenting yaitu saat Ijab Qobul, dengan suasana khidmad juga suara lantang suami tercinta mengucapkannya mejadikan suasana haru



Selesai Ijab-Qobul moment penandatanganan surat Nikah






Ini moment Pemberian Mahar dari Suami




Moment Sungkeman Ke orang Tua




Selesai sungkeman dilanjutkan salam2an dan pastinya foto2 dan menuju ke singgasana pelaminan, jadi deh raja dan ratu sehari, senangnya smua berjalan dengan lancar tanpa halangan apapun

Ni'Mat Fauzi kelahiran jakarta 10-10-1983 anak ke 4 dari 4 bersaudara, betawi asli, pendidikan S1, pekerjaan sebagai Engineering di perusahaan asing yang berlokasi di Semanggi, berwajah tampan ( menurutku Lohh :D ) berpenampilan rapih dengan ciri khas berjenggot dan celana ngatung :D , taat beragama ( insya Allah ) dan pastinya mampu mengarahkan aku jadi lebih baik, the best one yang Allah beri untukku.

Chairul Mu'minah kelahiran jakarta 09-09-1982 anak ke 2 dari 3 bersaudara, asli jawa tengah, pendidikan sedang proses penyelesaian S2, pekerjaan sebagai Programmer di perusahaan konsultan yang berlokasi di Condet, berwajah ayu khas orang jawa :D, pekerja keras dan mandiri

Kami berasal dari lingkungan yang berbeda, latar belakang berbeda, smua serba berbeda, tapi berusaha untuk saling menghargai perbedaan yang ada dan saling menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, 3 bulan dari perkenalan awal tidak mengurangi keyakinan kami untuk menikah. Smoga apa yang kami niatkan sebagai ibadah menjadikan perjalanan kedepan menjadi mudah, semudah proses perkenalan kami menuju pernikahan.

Tuesday, January 12, 2010

Acara Lamaranku

Waktu yang ditunggu-tunggu hadir juga, Dag-Dig-Dug pastinya menyambut kedatangan Fauzi dan keluarga untuk melamarku hari ini, Minggu tanggal 10-Januari 2010, kurang lebih jam 10 pagi rombongan datang dan langsung disambut keluargaku, sdangkan aku masih harus didalam kamar menunggu sampai diperbolehkan keluar dan silvia sahabatku langsung beraksi jadi fotografer dadakan untuk mendokumentasikan moment penting buatku.



Acara inti dimulai dengan pembukaan dari pembawa acara dan sambutan dari pihak fauzi juga dari pihak keluargaku



Sambutan berakhir dilanjutkan sesi penerimaan maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan, yaitu pertanyaan ke bapak ku selaku wali dan juga pertanyaan ke aku bersediakah menerima lamaran dari fauzi dan keluarga. Baru aku keluar kamar dan duduk bersebelahan dengan fauzi dan bapak



Selanjutnya acara pemasangan cincin, sesi ini berbeda dari kebanyakan ritual yang terjadi, bukan fauzi yang memasangkan cincin padaku melainkan calon ibu mertuaku yang memasangkan cincin padaku, sayang juga fotonya gk ada yang pas, karena mungkin ibu mertuaku ini grogi jadi terlalu cepet prosesnya dan gk sempat tertangkap kamera :D





Proses inti berjalan lancar, diakhiri dengan sedikit wejangan dari sang pembawa acara dan ditutup doa oleh pihak keluarga fauzi dan acara makan-makan. Smua orang makan sedangkan aku, fauzi dan silvia foto2









Acara berakhir skitar jam 12 siang, cepet banget rasanya, mungkin memang ada beberapa acara yang missing jadi terasa cepet banget selesainya, tapi ya biarlah yang terpenting inti acara berjalan lancar.

Perasaanku saat itu adalah bahagia banget pastinya, moment yang sangat ku tunggu-tunggu, menikah sudah merupakan agenda wajib dan masuk urutan pertama di list impianku, akhirrrnnyaaa Allah mengabulkan do'a ku, hanya dengan 1 bulan perkenalan dilanjutkan 1 bulan berikutnya rencana lamaran dan 1 bulan kedepan pernikahanku, sangat singkat bila dilihat dari kacamata awam, tidak mengurangi keyakinanku untuk menikah, tanpa proses pacaran dan insya Allah barokah juga di Ridhoi Allah.

Saat jiwa telah menemukan belahannya maka tidak perlu waktu lama untuk menyatukannya, perkenalan 1 bulan sudah terasa seperti 10 tahun kenal, begitu dekat dan damai, Wallahu Alam hanya Allah yang bisa menimbulkan benih2 cinta diantara kami, mendekatkan hati kita hingga tak ingin lagi terpisah

Ku Menyayangimu karena kesederhanaanmu
Ku Mencintaimu karena ketulusan cintamu
Ku Mengagumimu karena kesungguhanmu
Ku Memujamu karena Keshalehanmu

Begitu Merasuk kedalam jiwaku
Membuatku menyingkirkan sejuta ragu yang hadir
Mayakini Bahwa kau adalah cinta sejatiku
Belahan jiwa yang akan menjadi pelengkap hidupku

Kan Ku baktikan sisa hidupku untuk mencintaimu
Menemanimu hingga akhir hayatku
Tertawa bersedih bersama
Bahagia dan haru bersama

By : Irulia

Monday, January 4, 2010

New Year 2010

Tidak terasa waktu cepet banget berlalu, perasaan baru kemaren tahun baru 2009 skarang dah tahun baru lagi, alhamdulillah diawal tahun ini aku mendapatkan berkah baru, status baru, kehidupan baru, kebahagiaan dan jawaban atas do'a yang selama ini harapkan, alhamdulillah niat untuk menikah ditahun ini bisa terlaksana dan puasa ramadhan ini aku sudah bersama suami tercinta, masih gk percaya bakalan jadi istri dan merasa bahagia seperti ini. Sikap pasrah dan menerima apapun yang Allah berikan telah menuntunku menuju kebahagiaan ini, pastinya disaat Allah mengambil sesuatu DIA telah menyiapkan ganti yang lebih baik lagi itulah yang terjadi padaku. Jika kita terus menyalahkan keadaan dan terus meratapi cobaan justru penderitaan berkepanjangan yang dirasakan

Hadiah terindah diakhir tahun yang tidak terduga membuatku sangat bahagia, terima kasih ya Rabb atas hadiah ini, proses yang sangat kilat yaitu 2 bulan tidak membuat kami ragu untuk menyatukan cinta dalam bingkai pernikahan, insya Allah dengan niat baik dan keikhlasan untuk menikah karena-Nya smua akan baik-baik saja dan akan terasa sangat indah dibandingkan masa 7 tahun pacaran yang hanya membuang energi.

Diawal tahun 2010 ini mencoba terus berharap yang terbaik buat diri sendiri dan keluarga, dimudahkan segala urusannya, dilapangkan rejekinya, dan smoga Allah menjadikanku seorang istri shalehah yang dapat mengabdikan sisa hidupku untuk suami, membahagiakannya dan membuatnya bangga padaku.

Monday, December 14, 2009

Catatan Perjalanan

Kupikir kutak pernah pantas untuk bahagia sejak dia pergi dalam ketidaktahuanku, perjalanan berat dalam kesendirian yang menyesakkan dada menemaniku selama 3 tahun terakhir, tertatih-tatih mencoba mencoba menghilangkan luka dan mengeringkan air mata. Setiap harapan seakan selalu bersifat maya, yang hadir sesaat kemudian menghilang lagi, disaat harapan sudah berada pada titik terendah, keputusasaan sudah berada dipuncak muncul sebuat titik terang semakin hari semakin menerangi dan kini seakan menjadi sinar yang sangat terang buatku.

Apa yang kudapat lebih indah dari apa yang kubayangkan dan kuharapkan, inikah buah dari keridhoanku atas deritaku dimasa lalu ? masih tidak percaya aku bisa merasakan ini kembali, kupikir selamanya aku tidak akan lagi merasakan indahnya cinta, Allah maha kuasa jika DIA telah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin

Tuhan kirim kau kesini untuk kucintai, untuk menemani hidupku
Saat hidup tak menentu kau datang tunjukkan aku
Saat harapan memudar anganku pun mulai pudar kau tetap membakar hatiku
Waktu fantasiku telah mati kau paksa aku tuk terus bermimpi

Semua terasa indah pada waktunya, itu memang benar adanya, kita berdua lebih dulu dihadapkan dengan masalah yang luar biasa agar kita bisa lebih menghargai apa itu perbedaan dan begitu bernilainya sebuah kebahagiaan, cambuk kehidupan yang menjadikan pribadi kita bijak . Dan disaat yang tepat ini kita dipertemukan dalam melalui proses yang begitu indah, begitu indahnya membuatku tidak menyesali sedikitpun semua derita dimasa lalu bahkan berterima kasih karena cambukan itu saat ini aku bertemu dengannya, Insya Allah dia akan menjadi imam yang baik buatku.

Saat ini yang ada hanyalah cinta dan kebahagiaan, menutup lembaran masa lalu dan mencoba melukiskan sebuah keindahan cinta yang baru

Wednesday, December 9, 2009

Memoriku Bersama Sahabat

Hari ini dikantor gk ada kerjaan, suntuk and boring, coba sdikit melirik foto jalan-jalan ke pulau semak daun, cengar-cengir liat foto-foto aku dan sahabat yg murni tanpa jaim-jaiman and dandan-dandanan dengan pose yg natural juga, gk tau kenapa setiap liat foto2 ini selalu seneng dan ketawa seakan aku sedang berada ditempat itu dan menikmati moment2 itu lagi.

Rasanya seneng banget and pengen mengulang lagi situasi seperti itu, main-main di tepi pantai sambil ketawa2 dan berenang( tepatnya main air di pinggir doank, karena kita gk bisa berenang), main pasir and tidur-tiduran ditepi pantai...ueenaaak deeh rasanya, beban seakan tertinggal dijakarta. Saya coba mengingat apa-apa aja yang kita lakuin disana yang tergambarkan pada foto-foto ini ( Sil, jangan ngambek yaa kalo foto ancur loe gw upload disini )

Ini foto lagi santai sambil ngobrol ditepi pantai pulau karya yg weiiiihh bagusnya top deehhhhh, walaupun muka udah hitam plus bersisik tetep seneng deeh











Ini foto lagi kecipak-kecipik di bibir pantai sambil canda-candaan





Ini foto pasangan yang sedang dimabuk cinta ( dunia milik berdua nieeehhhh :D )







Ini dia yang paling menyenangkan, tidur ditepi pantai beralaskan pasir putih nan lembut dan merasakan segarnya udara pantai plus ditemani sahabat tercinta ( weiihhhh nyamannn nyaaa saat itu )






Endingnya adalah foto sesaat sbelum pulang dengan di dermaga penyebrangan menuju muara angke